Kasus Polisi Rampok Rp 225 Juta-300 Gram Emas di Sorong Dilimpahkan ke Jaksa


Sorong – Kasus oknum polisi Aipda Junaidin (44), tersangka perampokan uang Rp 225 juta dan 300 gram emas di rumah sesama anggota polisi di Kota Sorong, Papua Barat Daya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong. Junaidin ditahan di Lapas Kelas II B Sorong untuk menunggu persidangan.
“Sudah tahap dua atau P21 terkait pencurian melanggar Pasal 363 ayat 1 ke-3 dan ke 5 tersangka atas nama Junaidin seorang anggota Polri di Polsek Salawati,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sorong I Putu Sastra Adi Wicaksana kepada detikcom, Kamis (8/2/2024).

Sastra mengatakan penyidik Polresta Sorong Kota menyerahkan tersangka Junaidin pada Rabu (7/2). Selain itu, jaksa juga menerima barang bukti berupa uang tunai Rp 139 juta dan 192.9 gram emas.

“Ada diserahkan juga barang bukti itu dari uang total Rp 225 juta yang diambil tersisa Rp 139.200.000, emas dari total kurang lebih 300 gram tersisa 192.9 gram,” ungkapnya.

Sastra menyebut 300 gram emas yang diambil itu setelah dijual tersangka ternyata hanya 150 gram emas murni. Sementara uang tunai Rp 225 juta, tersangka pakai foya-foya sebesar Rp 85 juta di tempat hiburan malam (THM).

“Jadi emas itu tidak semua, dia total ambil kurang lebih 300 gram jadi dia pergi lebur. Hasil leburan itu karena perhiasan yang dia curi itu tidak semua emas murni, permatanya itu yang dihitung bobotnya. Total bersih emas itu 150 gram. Kalau uang dari Rp 225 juta dia pakai foya-foya sekitar Rp 85 jutaan di salah satu THM di Kota Sorong,” jelasnya.

Sastra mengungkap Junaidin memantau kondisi rumah korban bernama Bambang yang sering kosong. Sebab tersangka kerap melewati rumah korban ketika berkunjung ke rumah saudara iparnya.

“Jadi lokasi rumah Bambang ini satu kompleks dengan iparnya tersangka. Dia (tersangka) sudah sering lihat karena sering kosong, jarang ditinggali akhirnya waktu itu Sabtu, 2 Desember 2023 malam dia ke rumah iparnya, lalu dia lihat Bambang dan istrinya keluar akhirnya masuklah dia,” ungkapnya.

“Pagar memang tidak terkunci, masuk garasi, cungkil pintu dapur dan masuk ke kamar lalu buka lemari dan ambilah perhiasan dan uang itu sekitar pukul 21.00 WIT,” tambahnya.

Sastra mengungkapkan Junaidin merupakan residivis kasus pencurian pada 2012 silam. Junaidin bahkan pernah dipenjara selama 10 bulan.

“Junaidin ini ternyata residivis sudah pernah perkara pencurian tahun 2012 dan sudah vonis 10 bulan dia. Tersangka sudah ditahan di Lapas,” tutupnya.
Untuk diketahui, Junaidin ditangkap di Kawasan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) oleh tim Jatanras Polrestabes Makassar pada Sabtu (9/12/2023) sekitar pukul 01.00 Wita. Pelaku sempat melarikan diri ke Makassar usai melakukan perampokan di Sorong.

“Pelaku yang terpantau sedang minum-minum di Cafe Popsa, Losari, Makassar langsung diamankan oleh tim Jatanras Polrestabes Makassar dan dibawa ke Posko guna interogasi lebih lanjut,” kata Kanit Jatanras Polresta Sorong Kota Ipda Wahyu Wira Kusuma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*