Menperin Respons Viral Media Asing Bongkar Impor Sepatu Bekas

Menperin Proyeksi Investasi Jepang Serap 22 Ribu Tenaga Kerja RI  (CNBC Indonesia TV)

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita merespons pemberitaan media asing soal impor sepatu bekas yang akhir-akhir ini viral. Dia mengatakan, maraknya impor ilegal sepatu bekas memang jadi penghambat pertumbuhan industri alas kaki di dalam negeri.

“Seperti yang bisa dilihat pada video hasil investigasi salah satu jurnalis di Singapura, terungkap bahwa sepatu-sepatu bekas dari negara tersebut yang disumbangkan pemiliknya untuk proyek sustainability ternyata berakhir di pasar-pasar loak di Indonesia. Praktik impor ilegal sepatu bekas ini harus dihentikan karena berdampak buruk bagi industri alas kaki dalam negeri,” kata Agus Gumiwang dalam keterangan resmi, Senin (6/3/2023).

Video dimaksud memuat laporan tentang membongkar jejak sepatu bekas yang berakhir di pasar loak di Indonesia. Padahal, sepatu-sepatu itu awalnya dikumpulkan di sebagai sepatu donasi.

“Disebutkan, sepatu-sepatu tersebut akan didaur ulang menjadi alas taman bermain dan trek lari. Seorang jurnalis memasang alat pelacak di beberapa sepatu yang disumbangkannya. Namun, hasil pelacakannnya menunjukkan sepatu-sepatu tersebut dijual di pusat-pusat penjualan sepatu bekas di Batam maupun Jakarta,” kata Menperin.

“Kejadian ini menunjukkan impor ilegal sepatu bekas dilakukan secara terorganisasi dan menyalahgunakan proyek sosial. Kemenperin (Kementerian Perindustrian) tidak bisa sendirian bertindak memerangi aktivitas impor ilegal ini. Perlu dukungan dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk menerapkan aturan dengan tegas,” tukasnya.

Sebelumnya, pada 25 Februari 2023, Reuters memberitakan ‘perjalanan’ sepatu bekas yang awalnya untuk donasi, justru berakhir di pasar loak di Indonesia. Sepatu-sepatu itu disumbangkan pada bulan Juli 2022

Hal itu terungkap karena Reuters sebelumnya telah ‘menanamkan’ tracker di dalam 11 pasar sepatu yang akan didonasikan. Terungkap, sebagian besar sepatu-sepatu itu justru diekspor.

Akibatnya, perusahaan yang mencetuskan program donasi untuk daur ulang sepatu-sepatu bekas itu pun berjanji akan melakukan investigasi.

Pengawasan Diperketat

Untuk itu, kata Menperin, Kemenperin berkoordinasi d engan Kemenko Perekonomian terkait masalah impor ilegal dan peningkatan pengawasan barang impor sampai ke pelabuhan terkecil. Juga berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dalam rangka penyusunan larangan terbatas (lartas) untuk tekstil dan produk tekstil (TPT).

Serta, mengusulkan penambahan pasal kewajiban pelaku usaha mencantumkan nomor registrasi barang Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup (K3L) dan Nomor Pendaftaran Barang (NPB) atau SNI (Standar Nasional Indonesia) pada tampilan perdagangan elektroniknya untuk produk TPT dan Alas Kaki yang diwajibkan Peraturan Menteri Perdagangan No 26/2021.

Selanjutnya, Kemenperin mengusulkan agar impor produk alas kaki tetap dilakukan (pengawasan) di border dan mengusulkan pemberian insentif Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) terhadap impor bahan baku dan bahan penolong bagi produk alas kaki merek lokal.

Dia menambahkan, industri alas kaki di dalam negeri hingga saat ini masih mengalami kontraksi. Terlihat dari hasil survei Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Februari 2023 lalu.

Selain karena impor ilegal, kata Menperin, kontraksi di industri alas kaki juga akibat penurunan ekspor akibat belum membaiknya permintaan global yang tertekan pengaruh inflasi dan resesi. Di sisi lain, pasar domestik belum mampu mendongkrak pertumbuhan konsumsi alas kaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*