Meroket! Petronas Cetak Rekor Laba Rp 349 Triliun pada 2022

FILE PHOTO: A logo of a Petronas fuel station is seen against a darkening sky in Kuala Lumpur, Malaysia February 10, 2016. REUTERS/Olivia Harris/File Photo

Perusahaan minyak negara Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (Petronas) membukukan kenaikan laba kuartalan sebesar 55% karena harga energi yang lebih tinggi dan volume penjualan yang lebih besar.

Petronas, melaporkan laba 24,4 miliar ringgit atau sekitar Rp 83,8 triliun pada kuartal IV-2022. Naik drastis dibandingkan dengan laba 15,7 miliar ringgit atau sekitar Rp 53,59 triliun pada kuartal yang sama tahun lalu.

Adapun, pendapatan melonjak 38% menjadi 105,9 miliar ringgit atau sekitar Rp 363,8 triliun.

Untuk 2022, Petronas bergabung dengan perusahaan minyak besar lainnya dalam membukukan rekor keuangan dengan pendapatan melonjak 51% menjadi 375,3 miliar ringgit atau sekitar Rp 1.289,5 triliun, sementara laba berlipat ganda menjadi 101,6 miliar ringgit atau sekitar Rp 349 triliun.

Harga energi yang naik pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina menjadi faktor utama keuntungan perusahaan minyak tersebut melonjak.

Namun, Chief Executive Officer Petronas Tengku Muhammad Taufik memperkirakan harga akan terkoreksi tahun ini.

“Karena pemulihan permintaan masih rapuh, berdasarkan tantangan pasokan, ini berarti volatilitas,” katanya, dikutip dariĀ Reuters, Selasa (14/3/223).

Petronas juga mengatakan perseroan akan terus menjalankan manajemen keuangan yang hati-hati dan disiplin yang kuat dalam menginvestasikan kembali.

Belanja modal untuk 2023-2027 akan ditingkatkan menjadi sekitar 300 miliar ringgit dari 208,5 miliar ringgit pada 2018-2022.

Tengku Taufik mengatakan mereka memperkirakan peningkatan belanja modal melalui kemitraan, terutama dengan investor energi, bukan melalui pasar modal.

Hingga 20% dari belanja modal tahunannya, atau hingga 12-15 miliar ringgit per tahun, akan digunakan untuk dekarbonisasi dan transisi energi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*