Parah! Bulog Kepayahan Beli Beras Petani, Berharap ke Swasta

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memantau harga sembako di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat (17/3/2023).

Perum Bulog mengungkapkan stok persediaan beras miliknya menipis hanya tersisa 245 ribu ton. Untuk mendapatkan tambahan beras dari serapan lokal, Bulog berharap ada bantuan penggilingan swasta. Ironi!

Tambahan stok beras penting karena Bulog harus melakukan berbagai penugasan dari pemerintah seperti penyaluaran bansos pada Maret hingga Mei serta operasi pasar.

“Sekarang kita punya 245 ribu ton. Dari situ, kita punya penugasan lagi untuk penyaluran Bansos,” ungkap Dirut Perum Bulog Budi Wasesodi Ruang Rapat komisi IV DPR RI, Senin, (3/4/2023).

Sebagai informasi, Bulog diberi mandat untuk menyediakan bantuan sosial beras untuk 21 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Setiap KPM akan mendapat 10 kg beras per bulan sebanyak 3 bulan. Dengan begini, Bulog memprediksi, Bulog perlu menyiapkan beras mencapai 210-215 ribu ton perbulan.

“Kita sudah upayakan, tapi sampai hari ini kita dapat dari produksi dalam negeri 80 (ribu ton) sekian tadi. Itu pun kita berharap ada bantuan dari mitra penggilingan modern. Itu diharap perusahaan penggilingan memberi suplai ke Bulog sebesar 60 ribuan ton,” tuturnya.

Buwas mengatakan salah satu hambatan yang membuat stok beras Bulog terbatas adalah panen raya yang tidak berlangsung serempak. Misalnya, di Jawa Timur, diketahui panen raya telah 90% selesai. Namun, saat ini di Jawa Barat sedang panen raya. Hal ini berlangsung di daerah lainnya.

“Kemarin kita datang ke lapangan ke Sulawesi Selatan dengan Presiden itu tenyata juga kita kalah dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Tapi pas dilihat dari daerah lain seperti Medan itu mengambil juga dari Sulawesi Selatan. Jadi cuma bisa serap 4.000 ton dari seluruh Sulsel,” ujarnya.

Melihat situasi tersebut, Buwas mengaku, pihaknya kekurangan amunisi untuk memenuhi tugas penyaluran bansos tersebut. Namun pihaknya tengah mengupayakan percepatan pengisian stok untuk bansos, dimana pihaknya menyiapkan wacana impor untuk memenuhi kebutuhan 500 ribu ton beras bansos yang mendesak. Bulog mendapat kuota impor beras sebanyak 2 juta ton dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Nah ini pesannya Pak Presiden memang kalau dikasih alokasi 2 juta ton ini tak harus didatangkan tapi diutamakan harus produksi dalam negeri. Walaupun kalau dibandingkan harga itu lebih murah impor tapi kita bukan mencari keuntungan karena waktu lelang itu terbatas,” sebutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*