Pindah Memilih Tinggal Sepekan Lagi

 

JAKARTA, KOMPAS — Pemilih yang sakit, tertimpa bencana alam, menjadi tahanan, serta menjalankan tugas di tempat lain pada saat pemungutan suara masih memiliki waktu untuk mengajukan pindah memilih. Komisi Pemilihan Umum mengimbau pemilih yang masuk empat kriteria itu dan ingin mengajukan pindah memilih segera mengurusnya untuk menghindari penumpukan antrean pada hari terakhir, yakni 7 Februari.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), August Mellaz, di Jakarta, Selasa (30/1/2024), mengatakan, KPU masih membuka layanan pindah memilih akibat kondisi tidak terduga di luar kemampuan dan kemauan pemilih.

Layanan pindah memilih bagi empat kategori itu dibuka hingga tujuh hari sebelum pemungutan suara atau Minggu (7/2/2024). Mereka bisa mendatangi Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan KPU kabupaten/kota asal atau tujuan untuk mengurus Form A surat pindah memilih. Para pemilih harus menunjukkan KTP-el, bukti terdaftar sebagai pemilih di daftar pemilih tetap (DPT), dan bukti dukung alasan pindah memilih.

Mellaz mengingatkan pemilih untuk segera mengurus pindah memilih. Dari pengalaman pengurusan pindah memilih bagi pemilih dalam lima kategori yang ditutup 15 Januari lalu, terjadi penumpukan antrean pada hari terakhir. Situasi itu diantisipasi dengan membuka layanan pindah memilih hingga pukul 23.59. Jika masih ada antrean hingga batas waktu terakhir, pemilih tetap dilayani sepanjang masuk antrean dan dokumen lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*