Ternyata Ada Salah Erdogan di Gempa Turki

Turkish President Recep Tayyip Erdogan talks to the press during his visit to the southeastern Turkish city of Kahramanmaras, two days after a strong earthquake struck the region, on February 8, 2023. - Many have taken refuge from relentless aftershocks, cold rain and snow in mosques, schools and even bus shelters -- burning debris to try to stay warm, after the earthquake, which is the largest Turkey had seen since 1939. (Photo by OZAN KOSE / AFP)

The Trend Garden Residence memiliki pusat kebugaran, kamar-kamar berperabotan baru, serta kafetaria di puncak gedung. Dapat dikatakan ini adalah sebuah gedung apartemen kelas atas di kota Malatya, Turki.

Namun ketika gempa kuat mengguncang kota pada 6 Februari dini hari, gedung tujuh lantai itu hancur dan menewaskan 29 orang. Seorang korban selamat menyebut seolah-olah struktur itu gedung tersebut telah “mencair” sehingga dengan cepat hancur.

Di bawah fasadnya yang berwarna-warni, bangunan itu telah direnovasi secara ekstensif beberapa tahun yang lalu tanpa izin yang diperlukan. Tetapi kemudian didaftarkan berkat amnesti zonasi 2018 yang diumumkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan pada saat itu mengatakan amnesti, yang pertama kali diberikan kepada pemilik gedung menjelang pemilihannya kembali tahun 2018, ditujukan untuk menyelesaikan konflik antara warga negara dan negara. Ini terkait jutaan bangunan yang dibangun dengan melanggar perencanaan kota.

Namun mereka mengatakan undang-undang amnesti menimbulkan masalah mendasar. Karena telah sembrono dalam bisnis konstruksi di negara yang berada di garis patahan utama dan menghadapi risiko gempa bumi.

Di bawah amnesti, pemilik dapat melegalkan bangunan yang tidak terdaftar dengan mengajukan aplikasi elektronik dan membayar pajak. Panduan terperinci yang dikeluarkan oleh kementerian urbanisasi, yang mengawasi prosesnya, tidak menyebutkan persyaratan untuk penilaian independen tapi undang-undang menetapkan bahwa pemilik bertanggung jawab untuk memastikan bangunannya tahan gempa.

“Hukum itu tidak masuk akal,” kata anggota Kamar Insinyur Sipil Turki cabang Malatya, Erol Erdal, mengutip¬†Reuters, Senin (6/3/2023).

“Pemerintah dan hukum dimaksudkan untuk melindungi orang, bukan membahayakan mereka.”

Sekarang, Trend Garden yang hancur menjadi subjek penyelidikan kriminal untuk menentukan tanggung jawab atas keruntuhannya. Kejaksaan setempat telah menangkap setidaknya tiga orang yang terkait dengan gedung tersebut.

Menurut dua pejabat pemerintah yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, tuduhan awal adalah menyebabkan kematian karena kelalaian. Para pejabat mengatakan penyelidikan akan mempertimbangkan semua aspek kehidupan gedung.

Ya, konstruksi yang buruk diyakini berkontribusi pada kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi Turki awal Februari. Lebih dari 230 orang telah ditangkap, termasuk kontraktor bangunan dan pengembang.

Gempa bumi telah menyebabkan lebih dari 50.000 orang tewas di Turki dan Suriah, dan gempa susulan terus mengguncang wilayah tersebut. Trend Garden adalah salah satu dari lebih dari 200.000 bangunan yang menurut otoritas Turki runtuh atau sangat membutuhkan pembongkaran di daerah yang hancur akibat gempa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*