Tok! Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Setop Genosida di Gaza

Tok! Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Setop Genosida di Gaza

Sekelompok keluarga sandera dan pengunjuk rasa memblokir lalu lintas di luar kediaman pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Jalan Azza di Yerusalem. (AP/Leo Correa)

Mahkamah Internasional memerintahkan Israel untuk mencegah tindakan genosida terhadap warga Palestina, juga meminta lebih banyak untuk membantu warga sipil. Namun di satu sisi, Mahkamah Internasional tidak memerintahkan untuk gencatan senjata seperti yang diminta negara penggugat, Afrika Selatan.

Adapun adanya keputusan itu belum memberikan perintah yang mengikat untuk menghentikan perang di Gaza.

Dikutip Reuters, keputusan itu merupakan kemunduran hukum bagi Israel yang berharap kasus itu dibatalkan, karena kasus dibangun berdasarkan konvensi genosida yang https://sportifkas138.shop/ ditetapkan setelah holocaust perang dunia kedua.

Mahkamah Internasional (ICJ/International Court of Justice) menemukan ada kasus dalam sidang terkait hak-hak warga Palestina yang diingkari dalam perang, menyebabkan kerugian kemanusiaan. Pengadilan juga menyerukan kelompok bersenjata Palestina untuk melepaskan sandera yang ditangkap sejak 7 Oktober lalu.

Putusan itu juga sudah mendapatkan respons dari berbagai pihak. Dimana Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan keputusan itu bahwa “tidak ada negara yang kebal hukum,” dikutip Sabtu (27/1/2024).

Israel dan Hizbullah saling baku tembak di perbatasan Lebanon di tengah kekhawatiran akan meluasnya perang di Gaza. (REUTERS/Amir Cohen)Foto: Israel dan Hizbullah saling baku tembak di perbatasan Lebanon di tengah kekhawatiran akan meluasnya perang di Gaza. (REUTERS/Amir Cohen)
Israel dan Hizbullah saling baku tembak di perbatasan Lebanon di tengah kekhawatiran akan meluasnya perang di Gaza. (REUTERS/Amir Cohen)

Juga dari kelompok Hamas, yang menyebut pihaknya akan berkontribusi untuk “Mengisolasi pendudukan dan mengungkap kejahatannya di Gaza,” kata Pejabat Senior Hamas Sami Abu Zuhri.

Sedangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik keputusan ICJ untuk memerintahkan gencatan senjata. Namun Netanyahu menolak klaim adanya genosida, menurutnya itu merupakan hal yang “keterlaluan”, dan menyebut Israel akan terus mempertahankan diri.

Sebelumnya Israel dikabarkan telah berusaha agar kasus ini dibatalkan saat Afrika Selatan membawanya ke pengadilan dunia. Pretoria menuduh Israel melakukan genosida dalam serangan yang dimulai setelah militan Hamas menyerbu Israel yang menewaskan 1.200 orang dan menculik 240 orang.

Mereka meminta pengadilan untuk memberikan tindakan darurat untuk menghentikan pertempuran, yang menurut pejabat Palestina telah menewaskan 26.000 warga Palestina.

Sehingga Hakim ICJ memerintahkan Israel untuk mengambil semua tindakan sesuai kewenangannya mencegah pasukannya melakukan genosida, menghukum tindakan penghasutan, dan mengambil langkah untuk memperbaiki situasi kemanusiaan dan melaporkan kembali dalam waktu sebulan ini.

Namun keputusan itu tidak memutuskan adanya tuduhan genosida. Keputusan itu juga tidak dapat diajukan banding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*